. . .

Posted: 31 Oktober 2010 in Corat-Coret

Rasa itu hitam. pekat. kelam.

Rasa itu berasal dari masa lalu.

Rasa itu mampu membangkitkannya dari kematian serta mematirasakan perasaannya kepada orang lain. Rasa itu bagai pedang bermata dua. Di satu sisi rasa itu mampu menajamkan perasaannya. Namun disisi lain, rasa itu semakin menggerogoti tubuhnya yang telah rapuh. Ia tetap bertahan, walau di setiap langkahnya rasa sakit itu semakin menusuk. Dan kini, seiring dengan waktu ia mulai terbiasa membawa pedang itu kemanapun ia pergi, dengan menyembunyikan rasa sakitnya dibalik seuntai senyuman dan sorot matanya yang tajam namun hampa.

“Semua akan baik-baik saja” Itu yang selalu ia ucapkan. Ia mencoba berdalih dengan mangatakan bahwa rasa yang telah bersemayam di dalam dirinya selama bertahun-tahun itu telah mampu ia kendalikan. Namun ia salah. Rasa itulah yang justru mengendalikan tubuh dan pikirannya. Ia tak mampu lagi melihat warna-warni indahnya dunia yang begitu mempesona. Ia berusaha untuk mengatakan kepada pikirannya sendiri, bahwa tidak ada kesempurnaan di dunia ini. Namun semua itu sia-sia. Rasa itu telah membelenggunya. Ia melihat segalanya semu, maya, dan tak abadi. Dan pengalamannya dalam hidup justru semakin menguatkan proksi pemikirannya sendiri. Ia tak mampu mempercayai apapun dan siapapun. Hanya dengan kekuatan-Nya ia tetap hidup. Dengan-Nya, ia berpegang teguh. Berharap hanya dengan sekali hembusan nafas yang panjang, rasa itu akan hilang dan tidak menghantui kehidupannya lagi. Entah sampai kapan.

 

hug her tonight, God.

a’bee

Datang, Pergi, dan Kembali

Posted: 27 Oktober 2010 in Uncategorized

Pucuk-pucuk daun muda mulai menghiasi batang pohon yang tua itu. Berharap, kehadirannya mampumewarnai kehidupan batang pohon dan memberikan keteduhan bagi mereka yang datang dan menginginkannya. Ia mulai belajar banyak mengenai kehidupan. Bersama batang pohon, ia melihat dunia.  Bahkan seiring dengan waktu, pucuk2 daun muda itu mulai merambat dan menghiasi bagian batang pohon yang lainnya. Batang Pohon itu terlihat semakin Indah, bahkan kini mulai terlihat menghasilkan buah yang ranum sebagai hasil fotosintesa dari pucuk-pucuk daun muda. Namun kehidupan memiliki siklus. Daun-daun itupun mulai berguguran seiring dengan tumbuhnya pucuk-pucuk muda yang baru. Hidupnya bukan berarti hanya sampai disana. Iapun memulai petualangannya yang baru kemanapun angin membawanya pergi. Dan kehidupanpun dimulai kembali.

Nite, sleep tight.

 

 

x.o.x.o

a’bee

Setabah Bambu

Posted: 25 Oktober 2010 in Our Life, Renungan

The Future belongs to those who prepare for it today

~Malcolm X

Kehidupan ini bagaikan sebilah bambu, yang berusaha untuk menancapkan akar2 serabutnya agar tumbuh kokoh tinggi menjulang, dan memberikan kesejukan dan kedamaian bagi semesta. Dimana, waktu untuk mewujudkan mimpi itu tidaklah sebentar. Membutuhkan waktu yang lama… Sangat lama… dan membutuhkan ketegaran hati dan kedisiplinan yang luar biasa.

Kehidupan kita yang akan datang terbentuk dari KEBIASAAN kita saat ini, sekarang. Oleh karena itu, manfaatkanlah waktu sebaik-baiknya. Sama seperti bambu yang tidak mudah putus asa, dan tetap percaya pada mimpi-mimpinya. Sekalipun di empat tahun pertama, bambu tidak menunjukkan batang hidungnya sementara semak belukar yang ada disekitarnya mulai tumbuh rimbun dan berunga dngan indahnya, ia tidak pernah mengeluh ataupun kecewa. Ia percaya Tuhan akan selalu ada untuk-nya. Ia juga yakin bahwa Tuhan tidak akan memproduksi produk gagal. Semua ada waktunya, dan indah pada saatnya :D

Hingga pada akhirnya, bambu mulai tumbuh bahkan lebih tinggi dari semak belukar di sekelilingnya. Namun Ia tidak sombong. Dengan rumpun keluarganya yang lain, ia justru memberikan kesejukan kepada makhluk hidup lain dan memberikan kedamaian dengan nyanyian daunnya yang saling bergesekan. Tidak lupa tariannya yang lentur dan elok rupawan ketika tertiup angin memberikan hiburan bagi hati siapapun yang melihatnya. Hmm, aku rasa itulah hidup. Dengan damai di dalam diri dan hati, hidup menjadi lebih berarti dengan berguna bagi sesama dan semesta alam.

x.o.x.o

A’bee

Facebook Addicted

Posted: 7 Oktober 2010 in Corat-Coret, Our Life

Nah, pernahkah anda mengidap penyakit tersebut diatas?? Sebuah penyakit yang konon katanya menjangkiti para pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga, sampai bapak2 yang kerja kantoran. Penyakit yang konon katanya mampu membuat setiap orang LUPA dengan dunia nyata. Sampe2 orang yang ga punya imel sebelumnya, bisa punya imel gara2 facebook. (Pentingan facebooknya ketimbang imelnya -.-a)

Penyakit itu menjangkiti saya.

Yah, perkenalan saya dengan facebook ga usa dibilanglah ya.. Yah, kira2 kurang lebih setaon yang lalulah, saya mengenal jejaring sosial ini. Baca entri selengkapnya »

Ini film Jepang yang sukses buat saya betah nonton berulangkali karena ni film bener2 unpredictale n menyentuh banget..
Film ini bercerita tentang Adam (diperankan oleh Hyde L’arc en ciel) yang menjadi hantu gentayangan karena bunuh diri untuk mengikuti sang kekasih, Sayaka, yang meninggal terlebih dahulu karena sakit kalo ga salah.

Intinya dia berusaha untuk bersatu kembali dengan kekasihnya. Tapi karena Adam ini bunuh diri, dia ga bisa berreinkarnasi menjadi manusia. Sedangkan Sayaka sudah berreinkarnasi menjadi manusia dalam tubuh Mizuki. Sampai pada suatu ketika, Adam berusaha untuk membunuh Mizuki agar mereka bisa bersama kembali. <So Sweeet….> *Pletak*
Akankah mereka bersatu kembali? Silahkan download pilemnya di You Tube, saudara-saudara.. hehe. Yang jelas, makna yang terkandung dalam ni pilem adalah mengajarkan kita untuk tegar dalam menghadapi segala cobaan dan tidak menyianyiakan hidup dengan bunuh diri.

Yang menarik dari film ini, selain cerita dan Hyde yang ikutan maen di dalamnya *tersipu-sipu*, lagu OSTnya (The Cape Of Storm) yang dinyanyikan oleh Hyde, akustik gitar yang dimaenkan Hyde, plus melodi Piano yang dimainkan oleh Mizuki, sangat menyentuh sekali.. Pas banget sama ceritanya .. Kekurangan dari ni film cuma satu.. Hyde dikit banget munculnya… *nangis*.. Uda gitu yang jadi Mizuki pas adegan nangisnya sangat sangat ga enak buat diliat… Sungguh patut untuk disensor daaah. *pletak*

Baca entri selengkapnya »

Kemarin adalah Hari Raya Nyepi alias ‘Tahun baru’nya orang Bali… Bener-bener silent… Ga da suara TV, Radio, dan kendaraan yang lalu lalang. Yang bisa didenger cuma suara burung yang benyanyi dan deru angin yang menenangkan banget.. Jadi pas banget buat baca komik.. Tapi, ada aja yang nganggu. LALAT. Ini nih yang paling nyebelin. Bunyinya itu lhoooo. Bikin kesal saja. Yah, karena silent day, saya ngalah deh, nyari tempat lain yang lebih ‘aman’. Ketimbang bikin ribut cuma buat perang ama ni lalat satu.

Baca entri selengkapnya »

Orang Baru di lingkungan Baru

Posted: 22 Februari 2009 in Uncategorized

garfieldbosanAkhirnya, saya sudah melewati 3 minggu yang penuh dengan berbagai macam kejadian di tempat magang saya sekarang.
Baca entri selengkapnya »

“Kegagalan adalah bagian terpenting dari sebuah kesuksesan.”

Kok Penting?

Baca entri selengkapnya »

Syukur

Posted: 22 Januari 2009 in Renungan
Tag:, ,

Gambar ini saya dapatkan dari email salah seorang sahabat. Rasanya pedih banget ngeliatin keadaan saudara-saudara kita yang dilanda krisis pangan berkepanjangan sehingga anak-anak bahkan remaja yang biasanya memiliki sistem imun yang kuat mengalami malnutrisi.

Baca entri selengkapnya »